Hidup sebagai cewek? No prob. So what?
Mungkin itu yang elo-elo pada pikirin waktu baca judul di atas setelah mencoba mengacuhkan unsur Fu-nya. Itu sih kalo iya elo cewek, yang cowok syuh dulu sana!
Tapi, biar lebih jelas lagi. Mari kita ulang.
Hidup sebagai cewek GEEK?
Jawaban lo?
Mungkin, "Ih, amit-amit deh, cyin~" "Gue sempurna menurut gue~" Atau yang lain terserah.
Tapi, semua berubah ketika negara api menyerang! #gampar Sebagai salah satu anggota persatuan cewek-cewek penggila Shounen-ai, gue punya obyektifitas lain dari yang lain.
Gue hidup normal-normal aja selama... Er... 10 tahun? Pokoknya sampe gue kelas 5. Gue inget jaman itu YuGiOh lagi marak dan Naruto mulai mencuat. Pokoknya zaman serba kartun, kecuali kartun serial jadul seperti MasUpilLami.
Yeah, what ever. Waktu itu, gue lagi geek soal buku, karena sejak ketauan bahwa gue waktu TK bukannya buta huruf ampe ga pernah lancar baca (cuman masalahnya, gue paling GA BISA NGEJA! Padahal lu tau anak TK kerjaannya ngeja), gue terobsesi sama setumpuk kertas abu-abu (bukan yang putih mulus). Waktu itu, bacaan gue bacaan anak sastra yang penuh diksi fiksi dan bikin otak gue kempes dini.
Ada satu unsur yang oh-so-gue-suka. Yaitu, penulis suka nyempilin nama-nama bunga. Sebadung-badungnya gue, gue paling suka sama bunga! Ya kecuali bunga bangke.
Gue search nama-nama bunga di gugel. Terus, waktu gue nyari Lilac (sumpah sampe sekarang gue belum pernah ketemu Lilac apalagi kopdar ama dia), gue ngeliat, kok ada web nyebut-nyebut karakter di Naruto ya?
Itu asal muasal Situ Bagendit. #ditampar
Itulah awal mula pertemuan gue sama kekasih gue, FFN. Selama 7 hari 7 malem dengan bersiram bunga 7 rupa, gue mempelajari FFN dalem-dalem kayak besok mau ujian MTK. Padahal bener besok ujian MTK.
Setelah itu, gue ngeliat pasangan aneh, SasuNaru. Siapa itu? Dia tukang bubur yang lewat rumah gue. Bukanlah... Pokoknya, itu adalah pair yaoi pertama gue.
Sejak saat itu, kenistaan gue bertambah. Gue berani buka RM, karena rasa penasaran, gue menjelajah FFN demi hasrat fujoshi terpuaskan, dan lainnya yang ga bisa dijelaskan.
Sampe sekarang, gue sukses mengubah hidup temen gue, si AAV, menjadi satu spesies bareng gue.
Dan hidup gue berubah selamanya.
Dakochan,
Guling-guling pergi~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar