Semakin maju perkembangan dunia, semakin jarum jam waktu
berputar, kini semua tak lagi sama. Mau itu pendidikan, sosial, budaya,
ekonomi, dan kedudukan gender.
Untuk para Gal alias cewek, kita patut bersyukur nih, karena
diskriminasi terhadap hak-hak cewek sudah dihapus perlahan oleh era
globalisasi.
Fun? Not at all sebenernya.
Dengan seluruh kehidupan yang serba maju, kita pun dituntut
maju lebih cepat. (Malah ada cewek yang perutnya maju duluan sebelum waktunya
._.)
Oke, seluruh kehidupan fahion, fun and food itu
perlahan-lahan justru menghilangkan jati diri cewek yang sebenernya.
Example, tanya ke kakek atau nenek lo yang masih hidup
(jangan ngomong sama nisan ya), apa itu ‘cewek’ di masa mereka, tanyain juga
BoNyok lo, dan terakhir, tanya temen-temen cewek lo. 100% deh, jawabannya PASTI
BEDA.
Di jaman KaNek lo (ini kalo lo anak 90-liners ya, gue gak
tahu apa jadinya KaNek lo kalo lo 80-liners ._.), cewek itu, ya diem. Diem di
rumah. Kerjaannya? Ngulek sambel bookkk! Kagak ada deh yang namanya ngegosip
soal penyanyi dangdut keliling. Mau sekolah? Belajar? Yang sabar aja ya,
apalagi kalo seandainya lo ada dikalangan kurang berada. GAK BAKAL DITERIMA!
Kalo di Jaman BoNyok lo (Ini juga buat 90-liners ya), lo,
hei para Gal-Gal yang berhati hijau dan bermata besi (Kebalik bukkk...),
dituntut mengikuti apa kata OrTu lo. Ini sebenernya berlaku juga buat cowok
sih. Tapi untungnya BoNyok gue bisa bertahan sampai sekarang dan terjadilah
suatu kejadian alam yang dinamakan ‘Detik-Detik Kelahiran Diana.’ :’) BoNyok
gue sering cerita betapa dulu mereka mau apa-apa susah. Hell, buku mereka itu
gentian karo adik-adike... Baju lungsuran kabeh... Les? Ngeles aja ora iso!
Sekarang, jawaban KEBANYAKAN HATI cewek sekarang. Oke, yang
ini pribadi gue, boleh di-mute dulu atau apapun asal jangan dilaporin ke KPK. (salah tempat)
Cewek jaman sekarang, bertukar pola pikiran dengan
cowok-cowok. Ambil contoh, waktu kita Es-De, ddooooohhhh!!!! Unyu-unyunya minta
dicubiiit tauukkk!!! (nyante mas... =___=) Coba kita lihat daftar rangking,
dipenuhi cewek? Atau cowok? Rata-rata nilai tertinggi di pegang siapa?
Well, kalo di Es-De gue sih, cewek. Yah, meski gue sendiri
rada-rada siiihhhh ._.
Tapi coba kita loncat 10 tahun berikutnya, ketika semua dari
kita telah beranjak dewasa, siapa pemegang piala, beasiswa dan penghargaan?
Well, kalo kata sodara gue sih, cowok ._. (dia kayaknya 80-liners deh... #plak)
How could it be?
Gini deh. Seperti yang udah gue bilang, waktu SD itu, kita,
para Gals, masih suci, polos, tak berdosa, eh nggak deh, gue udah pernah mainin
sabun mandi berapa kali sampe abis (gue telen tuh kayaknya =_____=). Oke,
intinya, kita saat SD, cenderung sukses karena pola pikir kita masih sedikit.
Kita hanya fokus untuk BELAJAR. Untuk, NILAI. Untuk? GA ADA KATA ‘PACAR’ DI
KAMUS GUE PAS SD. Hell...
Oke, beranjak dewasa dikiiiitttt aja. Semua perlahan naik,
naik, naik terus. Sampai kita sadari, KITA UDAH REMAJA. Kita harus, AKAN
berubah. Perubahan signifikan ini, bakal kita lihat dan alami setelah kita
didatangi bulan... (dari pojok kamar, keluar cahaya benderang)
Kita mulai lirik sana-sini, mata jelalatan, cuman buat nyari
‘barang’ terbagus. F3, fashion, fun and food gak luput dari pembicaraan, oh ada
satu lagi, fublic figure. (salah mungkin =_____=) Kita bakal ngomongin artis
terbaru, album yang baru dirilis, SOPA PIPA, oke, yang terakhir itu semua
remaja dunia merutuk.
Di saat kita lengah inilah, para pria mengambil alih!
Auch, bukan gue itu menutup mata akan keberhasilan para
Wanita hebat dunia ya... Gue seneng kok, kalo temen cewek gue juara, atau
berhasil di suatu bidang. Itu semata-mata karena cewek, satu sama lain, punya
koneksi batin tak terbatas. MEREKA PEKA, dan sensitif... (BIG ATTENTION TO ALL
OF BOYFRIENDS)
Nah. Terus, apa inti masalahnya?
Jati diri seorang cewek itu luar biasa. Jadi cewek itu luar
biasa. Cowok gak akan bisa hadir tanpa cewek, remember?
Sebagai seorang cewek, seharusnya kita bisa menjadi sayap.
Kalau cowok adalah kepalanya, kita pengendalinya. Ketika kita bakal
berkeluarga, terkadang kitalah yang harus lebih banyak berfikir...
Jadi cewek harus bijaksana, kalau enggak, hidupnya
berantakan... Gak keruan deh!
Jadi cewek, kita harus tangguh dan teguh pendirian. Kalau
enggak, terseret sana-sini deh, gak jelas rimbanya.
Jadi cewek, harus tegar. Kita tidak bisa selamanya meratapi
cowok yang pergi dari hidup kita, padahal kita aja belum pernah ngomong sama
dia.
Tapi, sebenernya gini-gini gampang lho. Cewek juga banyak
dianugrahi kemampuan luar biasa!
Tahu masa pra-sejarah? Dimana para pejantan berburu dan
betina mengurus rumah dan anak? Pola pikir para betina jadi tidak bisa terfokus
pada satu hal saja. Ketika ia memikirkan makan, ia harus memikirkan anak, ia
harus memikirkan rumah. Ketika ia membersihkan debu, ia juga menjaga anaknya,
sekaligus menyiapkan makanan. The ladies are multi-tasker! Mereka selalu
mengerjakan berbagai hal bersamaan! Subhanallah.... :’)

halo... entah mengapa saya terdampar ke blog ini. sebenarnya,,, artikel ini cukup menarik meskipun isinya terkesan "katanya".
BalasHapussedikit yg mau saya sampaikan, ttg prestasi cewek yg dibandingkan dg cowok. ini perlu dilihat dimana dl.misal kalau kamu melihat suatu jurusan di kampus yg mayoritas adalah cewek maka tidak menutup kemungkinan top rangking nya diperoleh oleh cewek, misal fakultas ilmu pendidikan. lalu kalau kita main ke fakultas teknik yg mayoritas cowok, sangat besar peluang bagi cowok mendominasi peraih top rangking disana. namn tidak menutup kemungkinan di fakultas yg dipenuhi cowok2, cewek ga bisa berprestasi dan berbeasiswa, seorang temanku jurusan teknik mesin yg tidak sekampus denganku sekarang sedang s3 di perancis. lalu di kampus ITS (meskipun aq ga memilih kampus ini), kampus ini diminati para lelaki, pihak universitas menawarkan lowongan beasiswa besar2an untuk siswi2 yg berminat dan berprestasi, dengan kriteria perempuan diutamakan.
akan ada banyak peluang dan kesempatan yg bisa diraih cewek2 seluruh Indonesia. kalau kata anak sekarang, saya 80liners dengan bangga dan berharap remaja2 cewek tidak perlu pacaran saat bangku sekolah dan belum siap menikah. karena ketertarikan cowok dan cewek adalah bertujuan untuk pernikahan, maka simpanlah rasa berlebihan dan berkeinginan untuk berpacaran saat remaja, kecuali kalau kalian mau menjadi ibu muda.
terus belajar karena ingin memperbaiki diri, bukan karena "harus" dan beralasan karena pikiran seseorang masih sempit. sampai tua dan mempunyai anak, belajar itu perlu, karena jaman terus berubah dan kita perlu belajar untuk bertahan hidup.
btw, kira2 pemilik blog ini masih buka komen saya ga ya? :D